This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Februari 2018

KISAH KESENIAN TARI PIRING

tari piring
HIBURAN,korantangsel.com- Kemungkinan begitu banyak orang yang mengetahui apa itu kesenian tari piring akan tetapi sejarah dan asal usul kesenian tari piring tersebut memang  banyak yang belum mengetahuinya, Tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual yang dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang  diletakkan di dalam piring sambil melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Tari Piring telah ada di wilayah kehulauan Melayu dan identik dengan daerah Sumatera Barat hingga masa kerajaan Sri Vilaya, eksistensinya memang masih ada bahkan semakin mentradisi,  Pada saat masa-masa kejayaan kerajaan Majapahit, tepatnya abad ke-16, kerajaan Sri Vijaya dipaksa jatuh, namun Tari Piring tidak lantas ikut lenyap bahkanmengalami perkembangan ke wilayah-wilayah Melayu lain, seiring hengkangnya pengagum setia Sri Vijaya. Bergantinya pelaku peradaban memaksa adanya perubahan konsep, orientasi dan nilai pada Tari Piring.

Memang pada awalnya Tari Piring ini diperuntukkan untuk sesembahan para dewa, Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau,kini  tradisi Tari Piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi tari piring tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian yang dibawakan oleh beberapa perempuan dengan penampilan khusus, berbusana indah, sopan, tertib, dan lemah lembut.

Dalam perjalanan kisah dari kesenian tari piring, Ketika Islam datang orientasi atau tujuan sesembahan Tari Piring bergeser drastis, orientasi penyajian tidak lagi tertuju pada para dewa, namun dipersembahkan kepada para raja dan pejabat, khususnya saat ada pertemuan atau forum khusus dan istimewa lainnya. Selain itu, Tari Piring juga semakin populer dan tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan elit tertentu.

Tarian piring ini juga dipersembahkan di hadapan mempelai perkawinan wanita dan pria di dalam rumah agar terlihat lebih meriah. Namun setelah berjalannya waktu, segelintir masyarakat tidak dapat menerima kehadiran kumpulan tarian, kerana dianggap ada percampuran wanita dan pria yang di sertai hanya kumpulan gadis-gadis sahaja, itulah yang menjadi permasalahan dari masyarakat sendiri.

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang, adalah salah satu jenis Seni Tari yang berasal dari Sumatra Barat yaitu masyarakat Minangkabau disebut dengan Tari Piring karena para penari saat menari membawa piring dengan berbusana indah, sopan, dan tertib serta lemah lembut.

(korantangsel.com-ahmad baihaqi)


CANTIK ALA BUAH DURIAN

durian
KECANTIKAN,korantangsel.com- Buah durian (duren), buah ini termasuk buah yang sangat di sukai banyak orang, selain buah yang rasanya lezat dan lembut untuk dimakan dan wanginya yang begitu sangat menggoda kita, ternyata buah ini juga memang banyak khasiat dan manfaatnya, khususnya untuk kesehatan kulit dan untuk  perawatan kecantikan.

Uji klinis menunjukkan buah durian ini memang berkhasiat untuk pengobatan wajah yang sudah kerut karna faktor penuaan luar, buah ini cukup di jadikan masker wajah atau mengkonsumsinya saja, kulit wajah yang tadinya kerut karena penuaan bisa menjadi kencang hingga 55 persen dalam dua belas minggu. Dan buah durian ini juga dapat mengurangi lingkar hitam di sudut mata hingga 33 persen dalam tiga minggu.
Paduan ekstrak durian dan bambu sangat baik untuk memperbaiki tekstur kulit, mengatasi sel kulit mati, merangsang sistem regenerasi kulit, serta meningkatkan fungsi kolage untuk kekencangan kulit. Dalam sekali pakai sudah dirasakan hasilnya.

Tapi jika kita ingin membeli buah durian cermatilah terlebih dahulu, karna sudah banyak durian suntik artinya buah durian yang di suntik dengan jat pemanis buatan dan jangan tertipu dengan warna hijau dan dagingnya pucat cendrung putih, itu tandanya buah durian yang masih muda di paksakan untuk matang.

(korantangsel.com-ahmad baihaqi)


ASAL USUL PEMPEK PALEMBANG

pic: google
KULINER,korantangsel.com- Mungkin sejumlah orang banyak ada yang belum mengetahui sejarah makanan khas Palembang,  yaitu Pempek. Dibalik kegurihannya tersimpan sejarah yang unik. Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis , ikan lele serta ikan tuna putih.

Begitu banyak Jenis-Jenis Pempek yang da di Indonesia salah satunya adalah,  Pempek Kapal Selam, Pempek Kapal selam merupakan pempek yang sudah umum ditelinga masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya juga karena ukurannya yang di atas rata-rata pempek umumnya. Dan ada juga  Pempek Lenjer.

Pempek lenjer merupakan pempek yang bahan dasarnya sama dengan pempek kapal selam, namun tidak diisi dengan telor, hanya dibuat panjang yang pada saat dihidangkan akan dipotong kecil. Dan Pempek Keriting. Pempek keriting merupakan pempek yang unik bentuknya, menyerupai kerupuk. Pempek ini dapat disajikan dengan direbus, atau digoreng jika suka makanan yang gurih dan crispy yang dijamin akan memberikan sensasi yang beda. Dan da juga Pempek KulitPempek ini terbuat dari kulit ikan, berbentuk bulat pipih yang apabila digoreng akan menimbulkan aroma dan rasa yang khas. Dan  Pempek Pistel.

Pempek ini mirip dengan pempek kapal selam namun lebih kecil, dan umumnya bagian bawahnya diberi ulir. Berisi ebi dan pepaya serut.  Dan Pempek Telor Pempek ini miniaturnya pempek kapal selam, dan juga Pempek Adaan.

Pempek ini dibuat bulat, apabila digoreng akan memberikan sensai gurih dan garing diluar, namun lembut di dalam, dan  Pempek Panggang/ Tunu. Adalah pempek yang selama pembuatannya sama sekali nggak terkena minyak penggorengan. Usai dibentuk bulat-bulat dan diisi, pempek ini langsung dipanggang. Isi tunu sendiri bermacam macam, ada yang mengisi dengan ikan kering dan kecap asin, tapi ada juga yang mengisi dengan ebi, kecap manis dan cabai. Biasanya pempek ini menjadi ukuran pintar tidaknya seseorang dalam membuat pempek. Karena dengan tidaknya adonan tersentuh minyak, maka kita bisa merasakan apakah pempek tersebut amis ikan atau tidak. Jika amis, bisa dipastikan terdapat kesalahan dalam pembuatannya, dan ada juga Pempek Lenggang.

Pempek yang dicampur dengan telur bebek kemudian diletakkan di daun pisang yang sudah dibentuk seperti piring dan dibakar. Bisa juga digoreng. Meski sama sama enak, namun pempek lenggang panggang ini lebih populer dibanding lenggang goreng. Itulah diantaranya sejarah Pempek Palembang dan Beberapa jenis-jenis pempek Palembang. Semoga budaya dan kuliner Indonesia tetap Berjaya.(korantangsel.com-ahmad baihaqi)


BANGKITKAN GAIRAH SEX DENGANG GIGITAN DAN CAKARAN

KESEHATAN,korantangsel.com- Bagi pasangan suami isteri, bercinta dengan menggigit bibir pasangan dan mencakarnya dengan tangan yang penuh keromantisan dapat membuat reaksi serta sensasi sex akan bertambah.

Setiap pasangan melakukan hubungan sex pasti berbeda-beda dengan dorongan gairah dan sensasi saat bercinta. Ada yang melakukannya dengan lemah lembut, ada juga yang melakukannya dengan liar dan membara.

Gigitan dan cakaran adalah salah satu bentuk ekspresi kenikmatan saat melakukan percintaan dengan pasangan. Kedua hal ini masing-masing mempunyai daya tarik yang tinggi untuk bercinta, agar menghasilkan kepuasan tersendiri. Menurut informasi, gigitan yang paling popular terjadi pada bagian leher dan telinga yang menghasilkan bangkitnya gairah seksual pada setiap pasangan .

Persoalan gigitan dalam bercinta, gigitan yang cendrung meninggalkan bekas tidak jauh berbeda saat menggigit pasangannya dengan cara yang keras. Selain itu, hal ini juga terjadi pada gaya bercinta yang lebih memanas atau di puncak kenikmatan sex dan orgasme.

Namun, ada juga sebagian orang yang tidak menyukai gaya bercinta seperti ini, dengan alasan menurunkan gairah seksual saat bercinta
Meningkatkan gairah sex dengan cara cakaran terhadap pasangan, merupakan dorongan ekspresi saat bercinta dalam kondisi puncak kenikmatan yang tidak jarang akan menyebabkan bekas, dan salah satu cakaran saat bercinta yaitu cakaran yang mengeluarkan geraman suara.

Melakukan hubungan intim dengan cara kedua ini sangatlah lumrah dan biasanya banyak disukai. Sebab, dengan gaya seperti ini sangat natural dan artistik untuk melakukannya. Bila Anda adalah salah satu orang yang meluapkan ekspresi kenikmatan saat bercinta dengan cara gigitan dan cakaran seperti ini, tidak perlu khawatir lagi. Karena, rasa sakit yang ditimbulkan melebihi kenikmatan seksual selama Anda mampu mengontrolnya.

(korantangsel.com-ayla)


MEMINIMALISIR BANJIR, TAGANA GANDENG SISWA UNTUK BIOPORI

NASIONAL, korantangsel.com- Sebagai salah satu organisasi yang peduli terhadap bencana banjir, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tangerang menyelenggarakan kegiatan biopori dan penanaman pohon yang melibatkan organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari beberapa Sekolah tepatnya di Aula Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

“Kali ini kita melibatkan beberapa sekolah, seperti SMA 12, SMK Yupentek 6, dan SMA 9,” kata Bambang Kurniawan, Perwakilan Dinas Sosial Kota Tangerang.

 “Orang hanya tahu kata bencana, tapi tidak tahu bencana itu apa?. Jadi kita harus pahami dulu baru membicarakan, sebab bencana itu sebuah peristiwa yang di sebabkan oleh alat, alam, dan manusia yang akhirnya menimbulkan kerusakan alam serta kerugian”, ujar Bambang kurniawan.

Sementara itu, Alexander Waas, Ketua Panitia menambahkan,kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Taruna Siaga Bencana, dan kedepan kegiatan ini akan disosialisasikan kepada masyarakat luas”, ujarnya saat di wawancarai reporterkorantangsel.com.

 (korantangsel.com-budi haryono)

#test post


“HIDUP SEMAKIN CERDAS” KERJASAMA ANTARA KOMUNITAS MAGMA, PEMKOT TANGSEL, DAN SMARTFREN

TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Smartfren, penyedia layanan telekomunikasi dengan teknologi handal berbasis CDMA di Indonesia, kembali menggelar rangkaian kampanye “Live Smart” melalui program “Smartfren untuk Indonesia” di kota Tangerang Selatan. Kali ini Smartfren bersama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali membantu Komunitas MAGMA (Masyarakat Gemar Membaca) di Kota Tangerang Selatan.  

“Komunitas MAGMA didirikan 6 tahun lalu dengan beranggotakan 7 TBM (Taman Bacaan Masyarakat), di tahun 2015 ini telah berkembang menjadi 68 TBM tersebar di 7 kecamatan. TBM Sanggar Kita yang diresmikan hari ini adalah TBM ke-68”, demikian sambutan pembuka dariKetua Umum Komunitas MAGMA Herlina Mustikasari, Ph.D.

Lokasi TBM Sanggar Kita bersebelahan dengan TK Adhi Bakti di Kelurahan Pamulang Barat yang diketuai oleh Ibu Poppy Purwanti sebagai kepala TK sekaligus pengelola TBM. Acara peresmian ini berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh sekitar 100 peserta terdiri dari orang tua dan anak-anak.

Konsep TBM ini simpel dan sederhana, tetapi perannya sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat Kota Tangsel jika fungsinya dijalankan secara optimal”, ujar Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH dalam sambutannya sebagai Walikota Tangerang Selatan. Airin juga merupakan pendiri dan sekaligus Pembina Komunitas MAGMA sejak awal didirikan.

Yang unik dari acara ini adalah hadirnya pihak swasta yang bersinergi membantu Komunitas MAGMA melalui program CSR mereka. Selain Smartfren, yang konsisten membantu MAGMA sejak tahun 2012, hadir juga perwakilan dari PT Kawan Lama dan PT Kompas Gramedia yang masing-masing memberikan bantuan sesuai bidang usahanya: Smartfren memberikan bantuan komputer, PT Kawan Lama memberikan bantuan perlengkapan TBM, dan PT Kompas Gramedia memberikan bantuan buku.

Inilah wujud nyata dari semangat gotong-royong atau helpful, yaitu antara universitas (university) pemerintah (government), pihak swasta (private sector), dan masyarakat (society) atau disingkat UGPS. Dua karakter utama yang menjadi dasar dari partnership ini adalah PEDULI dan INISIATIF. Dua karakter ini jugalah yang kita harus tanamkan sejak dini kepada anak-anak kita, kata Henky S. Chahyadi, Ph.D selaku wakil manajemen PT Smartfren Telecom Tbk yang secara spontan didapuk mengisi sesi inspirasi menjelang acara dimulai.

Salah satu inspirasi baru yang dibawakan Henky dalam acara ini adalah singkatan KUDA yaitu Knowledge, Understanding, Decision, Action (pengetahuan, pengertian, keputusan, tindakan). “Formula sukses adalah menemukan KUDA yang tepat untuk membawa kita menuju pada tujuan yang ingin dicapai”, kata Henky.

Liputan kegiatan ini bisa disimak dalam linimasa twitter @fonereviver yang aktif melakukan live tweet dari setiap kegiatan Smartfren untuk Indonesia. Program Smartfren untuk Indonesia di Tangerang Selatan ini telah berjalan sejak tahun 2012 diawali dengan kerjasama dengan Komunitas MAGMA, Dinas Pendidikan, dan Kantor Perpustakaan Daerah. Pola partnership ini pada tahun 2014 mendapat penghargaan MDG (Millenium Development Goal) Awards kategori Inovasi Terbaik di Bidang Pendidikan dari Pemerintah Republik Indonesia. Tujuan utama dari program ini adalah mengajak masyarakat untuk hidup secara cerdas sejalan dengan tagline Smartfren yaitu “Live Smart”.

(korantangsel.com, ahmad fauzi)

#testpost